Resume Perilaku Konsumen

0

                                                                                                          Pengertian perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian dan penggunaan produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku Konsumen :

1. Faktor sosial :  
    a. Kelompok   
    b. Pengaruh Keluarga
    c. Peran dan status
2. Faktor pribadi :
    a. Situasi Ekonomi
    b. Gaya Hidup  
    c. Kepribadian dan konsep diri
    d. Umur dan Tahap Siklus Hidup
    e. Pendudukan
3. Faktor Psikologis :
    a. Motivasi  
    b. Persepsi  
    c. Belajar
    d. Keyakinan dan Sikap
4. Faktor Budaya :  
    a. Cabang Kebudayaan
    b. Kelas Sosial

Pendekatan perilaku konsumen :
1. Teori Kardinal
    Teori kardinal menyatakan bahwa kegunaanya dapat dihitung secara nominal
2. Teori ordinal
    Teori ordinal kegunaanya tidak dapat dihitung tetapi hanya dapat dibandingkan sebagai :
    • Kurva indiferensi
    • Kurva garis anggaran
    • Perubahan harga barang dan pendapatan

Jadi fokus dari prilaku konsumen adalah bagaimana individu dapat membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya yang telah tersedia secara sebaik baiknya untuk mengkonsumsi suatu barang. Dalam kasus yang dibahas kali ini ,saya membahas tentang produk buatan dalam negri, yaitu Laptop Zyrex walaupun sudah banyak yang di pasaran dan memesan laptop tersebut tetapi banyak kendala-kendala yang harus di hadapi oleh laptop tersebut.

Kendala laptop tersebut :
Batrei mudah cepat habis/ tidak tahan lama, procesor mudah cepat panas / terkadang restart sendiri laptop tersebut. Akan tetapi untuk urusan pemesanan masih banyak juga yang masih memesan produk luar negri, itu disebabkan karena faktor gengsi / lifestyle, faktor ikut-ikutan dll.
Di indonesia ini masyarakatnya masih sangat jauh untuk mencintai produk dalam negri mereka lebih memilih produk luar negri, padahal banyak di luat negri yang menjual brended bermerek indonesia !!
tapi kenapa kita malah memilih untuk memakai buatan luar negri ???
Jadi saya harap masyarakat indonesia mulailah mencintai produk dalam negri, karena produk dalam negri tidak kalah bagusnya dengan buatan luar negri !!!

Resume Penentuan Harga, Permintaan dan Penawaran

0

                                                                                                                     Pada Kamis tanggal 29 Maret 2012, Kelompok pertama TOU mempresentasikan makalahnya, tentang penentuan harga, permintaan dan penawaran. Permintaan adalah barang yang dibeli dengan suatu harga dan waktu tertentu. Menurut ketentuannya, bila harga naik maka permintaan turun dan sebaliknya, bila harga turun, maka permintaan akan naik.

Berikut faktor-faktor yang memengaruhi tingkat permintaan ( Demand ) :

1. Harga barang itu sendiri, sesuai dengan hukum di atas.
2. Harga barang subsitusi (pengganti), misalnya ada barang pengganti yang mana harganya lebih terjangkau. Maka konsumen akan beralih ke barang subsitusi tersebut, dan permintaan akan barang tersebut akan naik.
3. Harga barang komplementer (pelengkap)
4. Jumlah pendapatan, permintaan akan sesuai dengan jumlah pendapatannya si konsumen, kalau pendapatannya besar, ya permintaanya besar.
5. Selera konsumen. Tergantung seleranya, yang mana selera konsumen terdiri dari faktor internal dan eksternal.
6. Intensitas kebutuhan konsumen.
7. Perkiraan harga di masa depan. Contoh sekarang, ada isu BBM naik, harga-harga di pasar di naikkan, maka permintaan akan barang-barang tersebut akan turun.
8. Jumlah penduduk. Makin banyak jumlah penduduk barang yang diminta akan banyak.
Dan penawaran adalah banyaknya barang / jasa yang ditawarkan kepada konsumen pada harga dan periode tertentu. Semakin tinggi harga barang, maka jumlah barang tersedia yang ditawarkan makin tinggi. Di hukum penawaran ini hanya menunjukkan hubungan searah antara harga dan barang yang ditawarkan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi :

1. Harga barang itu sendiri. Kalau harga barang itu naik, maka produsen akan menurunkan penawarannya karna takut rugi.
2. Harga barang pengganti
3. Biaya produksi
4. Kemajuan Teknologi. Semakin maju teknologi, maka biaya produksi berkurang dan penawaran pun akan tinggi.
5. Pajak. Kalau naik pajak, maka harga naik, jadinya permintaan konsumen turun dan penawaran pun rendah.
6. Perkiraan harga di masa depan  
7. Tujuan dari perusahaan
8. Biaya produksi
9. Jumlah penduduk

Awal Bersepeda

0

 
Waktu saya masih berumur 6 tahun / kelas 1 SD, aku dibelikan sepeda roda empat tetapi bisa di buka rodanya menjadi sepeda roda dua oleh bapakku betapa senangnya hatiku pada saat itu, lalu aku pun mencoba menaiki sepeda itu tidak disangka-sangka kaki aku pun tidak sampai menyentuh tanah / istilah kata “ jingke “ pada saat aku menaiki sepeda itu, akhirnya aku pun belajar sepeda itu dengan di dampingi oleh bapakku. Lalu seiringnya waktu berjalan aku pun memberanikan diri untuk mencoba menaiki sepeda roda empat itu tanpa di dampingi oleh bapakku tanpa di sangka-sangka akhirnya aku pun bisa menaiki sepeda roda empat itu, lalu aku pun bilang ke bapakku “ pak aku sudah bisa nih naik sepeda roda empat tetapi aku mau coba pak sepeda roda tiga, nanti waktu aku pulang sekolah tolongin aku lepasin roda yang satunya ya pak aku ingin mencoba sepeda roda tiga “ lalu ketika aku pulang sekolah sepeda itu pun menjadi roda tiga dan aku pun bergegas menaiki sepeda itu. Ketika aku sedang asyik-asyiknya berjalan dengan sepedaku tanpa di sadari olehku ada orang jahil / iseng yang menyenggol sepedaku, lalu aku pun terjatuh di pot bunga milik tetanggaku akhirnya akupun yang di marah-marahi oleh tetanggaku. Waktu pun silih berganti aku pun bertanya dengan bapakku “ pak nanti tolong lepas roda yang satunya lagi yah jadi roda dua saja sepedanya dan satu lagi pak besok aku boleh enggak bawa sepeda ke sekolahan soalnya aku capek pak jalan kaki terus ke sekolahan “ , lalu bapak dan ibuku bilang “ ya sudah kamu boleh bawa sepeda ke sekolahan kamu tapi waktunya pulang sekolah jangan mampir kemana -mana ya de soalnya ibu khawatir di jalan itu mobilnya pada besar-besar ”. Keesokan harinya aku pun membawa sepeda itu ke sekolah, jam demi jam pun terus berlalu tanpa di sadari bunyi bel waktu nya pulang sekolah pun sudah tiba, lalu ketika aku sedang bergegas menaiki sepeda itu aku di panggil oleh saudaraku, “ Ded pulang bareng sama ku soalnya aku mau mampir ke rumahmu !!! “, lalu aku bilang “ ya sudah sini aku boncengi kamu tapi kamu jangan bercanda ya waktu lagi di sepeda ”. Ketika sedang di jalan aku dan saudaraku sedang asyik mengobrol lalu tiba-tiba ada tukang sayur mendadak keluar dari sebuah gang lalu tabrakan pun tak terhentikan karena pada waktu itu aku sedang dalam keadaan kencang / mengebut dan pada waktu itu pula rem ku tidak pakem / blong terpaksa akhirnya aku meminta maaf kepada tukang sayur itu dan aku pun luka di lutut dan bagian lenganku. Sesampainya di rumah aku bercerita kepada orangtua ku bahwa aku habis tabrakan dengan tukang sayur mendengar cerita itu bapak dan ibu memarahi ku tetapi aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ku yang kedua kalinya.
Lalu keesokan harinya se usai pulang sekolah aku dan saudaraku ingin pulang ke rumahku, di tengah-tengah jalan aku dan saudaraku dikejutkan dengan seekor anjing, tiba-tiba anjing itu mengejarku, dengan sekuat tenaga aku mengayuh sepeda itu dengan cepat tanpa terasa anjing itu pun lama-kelamaan tidak mengejarku, lalu sesudah anjing itu tidak mengejarku tiba-tiba waktu di tikungan ada tukang sol sepatu lewat dan pada waktu itu sepedaku masih dalam kondisi kencang tiba-tiba tabrakan pun tak terhelakan, pepatah mengatakan bilang sudah jatuh tertimpa tangga pula itulah peribahasa yang tepat buat ku waktu itu.